Meulaboh – Danrem 012/Teuku Umar, Kolonel Inf Windarto, S.Sos., M.M., menyeru pada Kamis, 26 Agustus 2026, seluruh komponen masyarakat agar bersama-sama mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah teritorial Korem 012/Teuku Umar.
Seruan itu disampaikan melalui kampanye bertajuk “Stop dan Cegah Karhutla” sebagai bentuk kepedulian dan upaya preventif untuk melindungi lingkungan dari ancaman kebakaran yang berpotensi merusak ekosistem, mengganggu kesehatan warga, serta membahayakan masa depan generasi selanjutnya.
“Alam bukan milik kita saja, tapi warisan anak cucu kita,” ujar Kolonel Windarto dalam pesan kampanye tersebut.
Dalam imbauannya, warga diminta mematuhi beberapa larangan sederhana namun penting untuk mencegah munculnya titik api, terutama di hutan dan lahan gambut.
Kelima larangan itu adalah: dilarang membakar hutan dan lahan; dilarang membuang puntung rokok sembarangan; dilarang membakar sampah sembarangan; dilarang membuat api di area hutan atau lahan gambut; serta dilarang merusak hutan.
Pencegahan Karhutla juga dijalankan melalui sinergi antara TNI dan aparat terkait. Personel lapangan terus melakukan pemantauan, patroli, serta edukasi ke masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Danrem menekankan bahwa langkah pencegahan harus dimulai sejak dini.
Kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat dan memengaruhi kesehatan.
Slogan kunci pada kampanye ini adalah “Peduli Hari Ini, Selamatkan Negeri Esok Hari,” yang mengajak warga untuk tidak menunggu kebakaran namun melakukan pencegahan sekarang juga.
Untuk mewujudkan lingkungan aman dan lestari, masyarakat diajak mengimplementasikan empat pilar tindakan: Cegah (langkah preventif), Jaga (melindungi hutan dan lingkungan), Hindari (menjauhi aktivitas pemicu kebakaran), dan Wujudkan (membangun komitmen bersama).
Melalui gerakan tersebut, Korem 012/Teuku Umar berharap kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam mencegah Karhutla meningkat.
“Stop dan cegah Karhutla. Lindungi alam, lindungi masa depan,” tutupnya.(Pr012).






